Selasa, 13 Oktober 2015



 Mari Belajar dari Studi Kasus Audit Kinerja pada Badan Riset dan Pengembangan

(National Institute of Biologicals / NIB) India

A Resume, Source: Performance Audit: A Case of Indian R&D Unit, Dr. Parulian Silaen and Dr. Shyam Bhati, University of Wollongong, Australia



Oleh: Risman, Universitas Indonesia



Jurnal sebagaimana judul referensi diatas berisi hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Dr. Parulian Silaen dan Dr. Shyam Bhati, University of Wollongong, Australia tahun 2009, bertujuan untuk mengetahui alat audit apa yang digunakan dalam audit kinerja pada organisasi sector public berupa kantor riset dan pengembangan biologi India (National Institute of Biologicals / NIB) yang kedudukannya dibawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga (Ministry of Health and Family Welfare Secretary) India.

NIB dipimpin oleh seorang direktur yang membawahi lima deputi yaitu: 1)Quality control and development; 2)Training and technical support; 3)Animal production and quarantine; 4)Environment and personnel safety; dan 5)Administration and finance. Anggaran yang dikelola oleh NIB sebesar Rs. 2,560 million.

Sudah banyak dibuktikan bahwa audit kinerja berperan penting dalam manajemen sektor publik. Menurut Smith et al. (1972) audit kinerja memiliki beberapa istilah seperti audit operasional, audit fungsional, audit manajemen, dan manajemen audit. Leeuw (1996) mengatakan bahwa audit kinerja mempunyai fungsi untuk mengaudit terhadap aspek efisiensi dan efektivitas organisasi, dimana melalui audit keuangan hal tersebut tidak dapat dilakukan sepenuhnya. Menurut Smith et al. (1972) audit kinerja berbeda dengan audit keuangan karena audit kinerja terkait secara langsung dengan masalah kebijakan dan prosedur internal manajemen organisasi.

            Audit membutuhkan suatu kriteria atau ukuran tertentu yang dalam sistem manajemen pengendalian dikenal dengan alat pengendalian (control tool). Selanjutnya alat pengendalian dimaksud dalam beberapa literatur dikenal dengan istilah Key Performance Indicator (KPI). Namun, disisi lain institusi objek penelitian yaitu kantor NIB India mempunyai karakteristik yang unik/berbeda dibandingkan dengan organisasi publik lainnya yaitu tugas dan fungsinya melakukan riset/penelitian dan pengembangan biological, dimana hasil pekerjaannya tidak dapat diprediksi, dan sangat sulit diukur dengan nilai uang, sehingga memerlukan sistem manajemen pengendalian (control management) yang juga bersifat khusus.

            Untuk itu peneliti mencoba membuat satu set alat pengendalian (control tools) untuk mengukur output dan kinerja pekerjaan riset yang telah dilakukan. Dengan menggunakan alat tersebut maka fungsi audit/pengendalian akan dapat dilakukan dengan cara pengawasan dan evaluasi terhadap besar kecilnya usaha yang dilakukan diperbandingkan  dengan hasil riset yang di dapat. Menurut para peneliti, alat pengendalian yang cocok dengan karakterisitik organisasi NIB terdiri dari 2 (dua) komponen yaitu:

1)      Dimensi (dimension) yang berisi 4 (empat) komponen yaitu:

a.       Peraturan (directional), yaitu terkait dengan pengukuran tingkat kepatuhan organisasi terhadap aturan umum yang berlaku seperti terhadap perencanaan strategis, petunjuk (guidance) pengambilan kebijakan, dan sebagainya. Dalam hal ini ukuran yang digunakan bersifat kualitatif.

b.      Birokrasi (bureaucratic), yaitu ukuran yang terkait dengan Standard of Procedure (SOP), Quality Control, dan Scheduling seperti PERT, CPM, dan production scheduling, dan sebagainya. Dalam hal ini ukuran yang digunakan walaupun dapat bersifat kuantitatif namun cenderung bersifat kualitatif.

c.       Keilmuan (Scientific), yaitu ukuran yang terkait dengan ide dan inovasi, contoh ukuran yang digunakan adalah new or improved processes, products or techniques, patents and patent applications, scientific publications, membership of professional organisations, dan lainnya. Di dalam kriteria tersebut ukuran yang digunakan dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

d.      Keuangan (Financial), yaitu ukuran terkait segala hal yang berhubungan dengan nilai uang (bersifat monetary), biasanya menggunakan prinsip-prinsip akuntansi. Contoh ukuran yang digunakan adalah budgeting, cost effectiveness, standard costs and return on investment, dan lainnya.

2)      Nilai Representasi (values of representation) yang terdiri 3 (tiga) komponen yaitu:

a.       Eksternal (external), yaitu ukuran berupa nilai yang di dapat dari pihak ketiga diluar organisasi dan biasanya lebih bersifat objektif dan independen. Contoh ukuran nilai dari pihak ketiga yang sering digunakan adalah market mechanism untuk menentukan harga yang wajar atau bid price pada proses tender, dan sebagainya.

b.      Internal, yaitu ukuran berupa nilai yang dibuat oleh internal organisasi, biasanya dalam bentuk standard operating procedures and policies, standard costs, dan sebagainya.

c.       Nilai sosial (social values), yaitu ukuran nilai yang terbentuk dari proses interaksi sosial antar pegawai di internal organisasi. Ukuran nilai sosial secara nyata biasanya dalam bentuk budaya organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian ternyata kedua jenis alat ukur tersebut diatas yaitu dimensi dan nilai representasi (dimensios  and representation values) beserta komponen-komponen di dalamnya seperti Peraturan (directional), Keuangan (financial), Eksternal, Internal, dan sebagainya pada prinsipnya telah dipraktikan oleh auditor C&AG (Comptroller and Auditor General) India saat mereka mengaudit laporan pertanggung jawaban dan akuntabilitas Kantor NIB periode laporan 31 Maret 2008, dimana laporan hasil audit tersebut kemudian telah dipublikasikan oleh C&AG India pada tahun 1992.  

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian adalah bahwa dalam melakukan audit kinerja khususnya terhadap unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi (business process) yang khusus/unik berupa melakukan riset dan pengembangan (research and development), maka dapat menggunakan alat ukur (control tools) sebagai kriteria auditnya. Alat ukur dimaksud terdiri dari dua elemen yaitu: 1)Dimensions yang terdiri dari empat komponen yaitu directional, bureaucratic, scientific dan financial dimension, dan 2)Values of representation yang terdiri dari tiga komponen yaitu internal, external dan social values.

*****

0 komentar :

Posting Komentar